Tuesday, September 19, 2017

Kisah Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis


Dikisahkan suatu dialog antara Rasulullah SAW dengan Iblis, dialog yang sangat menggugah, dan mari kita simak baik-baik di bawah ini:


Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata: ”Kami bersama Rasulullah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba ada yang memanggil dari luar: “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku.” Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat: ”Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?” Para sahabat menjawab, ”Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah berkata: “Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga Allah senantiasa melaknatnya.” Umar bin Khattab r.a berkata: ”Ya Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?” Nabi SAW berkata pelan: ”Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan (hari kiamat)? Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Pahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian!”

Ibnu Abbas berkata: “Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah matanya. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya (masyquqatani) memanjang (terbelah ke atas, tidak kesamping), kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan/ kerbau (tsur). 

Dia  berkata, “Assalamu ‘alaika ya Muhammad, assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal muslimin (salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin).” 

Nabi SAW menjawab: ”Assalamu lillah ya la’iin (Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai makhluk yang terlaknat). Aku telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis.”

Iblis berkata: ”Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa (diperintah).” 

Nabi SAW berkata: ”Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini, wahai terlaknat?”

Iblis berkata, ”Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepadamu.’ Allah SWT bersabda, ”Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu.” Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku atas apa yang menimpa diriku.”





Rasulullah SAW kemudian mulai bertanya: ”Jika kamu jujur, beritahukanlah kepadaku, siapakah orang yang paling kamu benci?”

Iblis menjawab: ”Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluk Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu.”

Rasulullah SAW: ”Siapa lagi yang kamu benci?”

Iblis: ”Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT.”

Rasulullah SAW: ”Lalu siapa lagi?”

Iblis: ”Orang alim dan wara (menjaga diri dari syubhat) yang saya tahu, lagi penyabar.”

Rasulullah: ”Lalu siapa lagi?”

Iblis: ”Orang yang terus-menerus menjaga diri di dalam keadaan suci dari kotoran.”

Rasulullah: ”Lalu  siapa lagi?”

Iblis: ”Orang miskin (fakir) yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya.“

Rasulullah: ”Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar?” 

Iblis: ”Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh-kesahnya kepada makhluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar.”

Rasulullah: ”Lalu siapa lagi?”

Iblis: ”Orang kaya yang bersyukur.”

Rasulullah bertanya: ”Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur?” 

Iblis: ”Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal.” 

Rasulullah: ”Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat?” 

Iblis: ”Aku merasa panas dan gemetar.”

Rasulullah: ”Kenapa, wahai terlaknat?”

Iblis: ”Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat.”

Rasulullah: ”Jika mereka shaum?”

Iblis: ”Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa.” 

Rasulullah: ”Jika mereka menunaikan haji?”

Iblis: ”Saya menjadi gila.” 

Rasulullah: ”Jika mereka membaca Al-Qur’an?”

Iblis: “Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api.”

Rasulullah: ”Jika mereka berzakat?”

Iblis: ”Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji/ kapak dan memotongku menjadi dua.” 

Rasulullah: ”Mengapa begitu, wahai Abu Murrah (Iblis)?” 

Iblis: ”Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi makhluk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Keempat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya.”

Rasulullah: ”Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?”

Iblis: ”Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam.”

Rasulullah: ”Apa pendapatmu tentang Umar?”

Iblis: ”Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya.”

Rasulullah: ”Apa pendapatmu tentang Utsman?”

Iblis: ”Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya.”

Rasulullah: ”Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib?”

Iblis: ”Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya (menukar darinya kepala dengan kepala), dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu.”

Rasulullah: ”Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat.” 

Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad SAW: ”Hay-hata hay-hata (tidak mungkin - tidak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku.  Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis (ikhlas).”

Rasulullah: ”Siapa yang mukhlis itu menurutmu?”

Iblis dengan panjang-lebar menjawab: ”Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu (syahwat) dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar. Wahai Muhammad, tak tahukah engkau bahwa cinta kedudukan (riyasah) termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar. Wahai Muhammad, tidak tahukah engkau, bahwa aku punya tujuh puluh ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu setan. Di antara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah. Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia (zuhud). Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu setan mengambil keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat dakwahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia berzina, membunuh, dan kafir (ingkar). Dialah yang disebut oleh Allah dalam Al-Qur’an, dengan firman-Nya di dalam Surah Al-Hasyr: 16:

”(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika mereka berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu!" Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam." (QS. Al-Hasyr (59): 16)

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, “Demi Allah aku adalah penasehat kamu berdua.” Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan namimah, mengadu domba adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku. Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.

Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada yang meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya, ”Masih ada waktu, sementara engkau sibuk.” Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu setan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya, ”Lihatlah kiri-kanan,” lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya, “Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya.” Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.

Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan ia untuk tergesa-gesa. Maka ia ‘mencucuk’ shalat seperti ayam mematuk biji-bijian, dengan tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan ‘lijam’ (cambuk) lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiamat nanti.

Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di mulutnya, setan masuk ke dalam perutnya  dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.

Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya, “Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah.”  Aku katakan kepada orang yang sakit, ”Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata, ‘Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan… Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti.’ (QS. An-Nuur (24): 61) Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan.” Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir.  Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seperenam umatmu dari Islam.





Nabi SAW berkata: ”Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu?”

Iblis: ”Pemakan riba.”

Nabi: ”Siapa teman kepercayaanmu (shadiq)?”

Iblis: ”Pe-zina.”

Nabi: ”Siapa teman tidurmu?”

Iblis: ”Orang yang mabuk.”

Nabi: ”Siapa tamumu?”

Iblis: ”Pencuri.”

Nabi: ”Siapa utusanmu?”

Iblis: ”Tukang Sihir.”

Nabi: ”Apa kesukaanmu?”

Iblis: ”Orang yang bersumpah cerai.”

Nabi: ”Siapa kekasihmu?”

Iblis: ”Orang yang meninggalkan shalat Jum’at.” 

Nabi: ”Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu?”

Iblis: ”Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah.”

Nabi: ”Apa yang melelehkan badanmu?”

Iblis: ”Tobatnya orang yang bertaubat.”

Nabi: ”Apa yang menggosongkan (membuat panas) hatimu?”

Iblis: ”Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.”

Nabi: ”Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?”

Iblis: ”Zakat secara sembunyi-sembunyi.”

Nabi: ”Apa yang membutakan matamu?”

Iblis: ”Shalat di waktu sahur (menjelang shubuh).”

Nabi: ”Apa yang memukul kepalamu?”

Iblis: ”Memperbanyak shalat berjamaah.”

Nabi: ”Siapa yang paling bisa membahagiakanmu?”

Iblis: ”Orang yang sengaja meninggalkan shalat.”

Nabi: ”Siapa manusia yang paling sengsara (celaka) menurutmu?”

Iblis: ”Orang kikir/ pelit.”

Nabi: ”Siapa yang paling menyita pekerjaanmu (menyibukkanmu)?”

Iblis: ”Majelis-majelis ulama.”

Nabi: ”Bagaimana kamu makan?”

Iblis: ”Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku.”

Nabi: ”Di mana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?”

Iblis: ”Di balik kuku-kuku manusia.”

Nabi: ”Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah?”

Iblis: ”Sepuluh perkara.”

Nabi: ”Apa itu, wahai terlaknat?”

Iblis: ”Aku minta kepada-Nya agar saya dapat berserikat di dalam diri Bani Adam, di dalam harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah:

‘Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka. Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.’ (QS. Al-Isra’ (17): 64) Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan isterinya maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah: ‘… kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, …’ (QS. 17:64)

Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon agar saya punya al-Qur’an, maka syair adalah al-Qur’anku. Saya memohon agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya  teman-teman yang menolongku, maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku.

Ia (Iblis) kemudian membaca ayat: ‘Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.’ (QS. Al-Isra’ (17): 27)

Rasulullah berkata: ”Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu.” 

Lalu Iblis meneruskan: ”Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku: ‘Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta’. Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.

Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang ada di majelis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya.

Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Di mana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya,’Keluarkan tanganmu.’ Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.

Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusiapun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan, “Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya,” dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah  dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orangpun kafir di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah (argumentasi) Tuhan terhadap makhluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.

Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman Allah di dalam QS. Huud: 118-119:

‘Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat). (QS. Huud (11): 118)

Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.’ (QS. Huud (11): 119)

Dilanjutkan dengan:

‘Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.’ (QS. Al-Ahzab  (33): 38)

Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis: “Wahai Abu Murrah (Iblis), apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga.”

Iblis menjawab: “Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia telah memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluk celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya.”

Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan semesta alam, awal dan akhir, dzahir dan bathin. Semoga shalawat dan salam selalu dicurahkan kepada seorang Nabi yang ummi dan kepada para keluarga dan sahabat beliau.



(*** Naskah di atas merupakan terjemahan dari, Syajaratul Kaun, Risalah oleh Muhyiddin Ibnu Arabi di mana terdapat di dalam 2 buku terjemahan, pertama, Buku Pohon Semesta Bab II, Pustaka Progresif, Cetakan I, Oktober 1999, dan kedua, Buku Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis, Risalah Gusti, Cetakan II, Mei 2001)









Baca Selengkapnya ...
Saturday, May 23, 2015

CD Audio Ruqyah Mandiri

Sekarang Anda bisa mendapatkan CD Audio Ruqyah Mandiri.

Klik untuk memperbesar gambar...

1). Materi di dalam CD berupa:
Lantunan Rangkaian Ayat-ayat Ruqyah Audio Terapi Mandiri
Oleh: Syaikh Abdullah al-Mathrud
Penyusun/ editor: Anas M. Hasan

2). Kegunaan dan manfaat materi di dalam CD:
  • Deteksi terhadap adanya jin dan setan di dalam badan.
  • Keluarkan jin dan setan dari dalam badan Anda.
  • Lindungi diri, anggota keluarga dan rumah Anda dari segala gangguan jin dan setan.
  • Terapi menyembuhkan penyakit psikologis dan fisik.
  • Raih dan pertebal rasa percaya diri dan hilangkan rasa takut.
  • Jadikan rumah anda penuh dengan ketenangan dan ketenteraman dan jauh dari gangguan jin dan setan.

3). Petunjuk Penggunaan CD

Penggunaan CD untuk mendeteksi dan mengeluarkan jin dan setan dari dalam badan:

1. Anda hendaknya dalam keadaan suci dengan berwudlu terlebih dahulu.

2. Laksanakan salah-satu shalat wajib.

3. Putar CD di dekat anda untuk didengarkan dari awal sampai akhir.

4. Jika di dalam badan anda bersemayam jin atau setan maka jin atau setan itu ingin keluar karena tidak tahan dengan pembacaan Ayat-ayat Ruqyah ini, adapun tanda-tandanya, yaitu: Anda akan merasakan adanya sesuatu yang bergerak-gerak  di dalam bagian badan  anda, di antaranya di kelopak mata anda, atau di tangan anda, atau di kaki anda, atau di perut anda dan anda ingin muntah-muntah, atau di bagian badan anda yang lain.

5. Ketika anda merasakan keadaan seperti No. 4 di atas, anda jangan takut. Terus dengarkan Rangkaian Ayat-ayat Ruqyah dari awal sampai akhir. Jika keadaan No. 4 di atas  masih berlangsung dan belum hilang juga, maka ulangi untuk memutar  CD di dekat anda dan dengarkan dari awal sampai akhir.

6. Selanjutnya, kami menyarankan untuk memutar dan mendengarkan CD secara teratur untuk mengusir segala gangguan jin dan setan kepada anda dan anggota keluarga anda. Dengan memutar dan mendengarkan CD secara teratur tersebut akan tercipta gelombang energi positif di dalam rumah anda yang akan menciptakan kesejukan, kedamaian, ketenangan dan ketenteraman di dalam rumah anda.


4). Rangkaian Ayat-ayat Ruqyah dalam CD yang masing-masing ayat dibacakan 3 kali:
Bagian ke-1:
1. QS. Al-Baqarah (2): 1-4
2. Ayat Kursi/ QS. Al-Baqarah (2): 255
3. QS. Al-Baqarah (2): 256-257
4. QS. Al-Baqarah (2): 284-286

Bagian ke-2:
5. QS. At-Taubah (9): 51
6. QS. Yuunus (10): 107
7. QS. Huud (11): 6
8. QS. Huud (11): 56
9. QS. Al-Ankabuut (29): 60
10. QS. Faathir (35): 2
11. QS. Az-Zumar (39): 38

Bagian ke-3:
12. QS. Al-Ikhlaash (112): 1-4
13. QS. Al-Falaq (113): 1-5
14. QS. An-Naas (114): 1-6

Bagian ke-4:
15. QS. Al-Mu’minuun (23): 115-116

Bagian ke-5:
16. QS. Al-Israa’ (17): 45-46

Bagian ke-6:
17. QS. Al-Mu’min (40): 57
18. QS. Al-Mulk (67): 3-4

Bagian ke-7:
19. QS. Al-A’raaf (7): 116
20. QS. Al-A’raaf (7): 118
21. QS. Yuunus (10): 81
22. QS. Al-Anbiyaa’ (21): 30
23. QS. Al-Fath (48): 3
24. QS. Al-Qamar (54): 11-12
25. QS. Al-Mujaadilah (58): 21

Bagian ke-8:
26. QS. Yuunus (10): 59
27. QS. Ar-Rahmaan (55): 33
28. QS. Ar-Rahmaan (55): 35
29. QS. Al-Mu’minuun (23): 108

Bagian ke-9:
30. QS. Al-Faatihah (1): 1-7
31. QS. Al-Baqarah (2): 1-4
32. Ayat Kursi/ QS. Al-Baqarah (2): 255
33. QS. Al-Baqarah: 256-257
34. QS. Al-Baqarah: 284-286
35. QS. Ali Imraan (3): 18
36. QS. Al-A’raaf (7): 54
37. QS. Al-Mu’minuun (23): 116-118
38. QS. Al-Jin (72): 1-3
39. QS. Ash-Shaaffaat (37): 1-10
40. QS. Al-Hasyr (59): 22-24
41. QS. Al-Ikhlaash (112): 1-4
42. QS. Al-Falaq (113): 1-5
43. QS. An-Naas (114): 1-6

Bagian ke-10:
44. QS. Al-Faatihah (1): 1-7
45. Ayat Kursi/ QS. Al-Baqarah (2): 255
46. QS. Al-Jin (72): 1-6

Untuk keterangan selengkapnya dan cara pesan CD, silakan klik di sini.









Baca Selengkapnya ...
Tuesday, September 9, 2014

Landasan Hadits Nabi SAW di dalam Melakukan Ruqyah


Berkata Ibnu Hajar al-Atsqalani dalam Fathul Bari (10/70),” Pengobatan cara nabi tidak diragukan kemampuan menyembuhkannya karena datang dari wahyu”. Berkata Ibnul Qoyyim dalam kitab as-Shahihul Burhan, “Al-Qur’an adalah tempat kesembuhan yang sempurna dari semua penyakit hati dan semua penyakit dunia dan akhirat. Jika Allah tidak menyembuhkan Anda dengan al-Qur’an, maka Allah tidak akan menyembuhkan Anda dengan yang lainnya”. Sedangkan yang terkait langsung dengan landasan ruqyah disebutkan dalam beberapa hadits, di antaranya:


Artinya:
Dari Abu Said al-Khudri RA berkata, “Ketika kami sedang dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat. Datanglah seorang wanita dan berkata, “Sesungguhnya pemimpin kami terkena sengatan, sedangkan sebagian kami tengah pergi. Apakah ada di antara kalian yang biasa meruqyah?” Maka bangunlah seorang dari kami yang tidak diragukan kemampuannya tentang ruqyah. Dia meruqyah dan sembuh. Kemudian dia diberi 30 ekor kambing dan kami mengambil susunya. Ketika peruqyah itu kembali, kami bertanya, ”Apakah Anda bisa? Apakah Anda meruqyah?“ Ia berkata, ”Tidak, saya tidak meruqyah kecuali dengan Al-Fatihah.” Kami berkata, “Jangan bicarakan apapun kecuali setelah kita mendatangi atau bertanya pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika sampai di Madinah, kami ceritakan pada nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Dan beliau berkata, “Tidakkah ada yang memberitahunya bahwa itu adalah ruqyah? Bagilah (kambing itu) dan beri saya satu bagian.” (HR Bukhari dan Muslim)





Dari Auf bin Malik al-Asyja’i berkata, ”Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyah, dan kami bertanya, “Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Perlihatkan padaku ruqyah kalian. Tidak apa-apa dengan ruqyah jika tidak mengandung kemusyrikan.” (HR. Muslim)

Juga sebuah hadits menyebutkan:
"Boleh menggunakan ruqyah selama tidak terjadi kesyirikan padanya." (HR. Muslim, Abu Daud dari Sahabat Auf bin Malik)

Dari beberapa hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Ayat-ayat suci Al-Qur'an yang berasal dari Allah SWT adalah penyembuh yang paling sempurna untuk menyembuhkan segala penyakit hati dan penyakit fisik.
2. Ruqyah dengan menggunakan ayat-ayat suci Al-Qur'an adalah sesuai dengan syariat karena itu boleh dilakukan oleh siapa saja. Bahkan dengan rangkaian ayat-ayat ruqyah yang panjang itu, akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an bagi siapa saja yang  mengamalkannya.  










Baca Selengkapnya ...
Wednesday, August 15, 2012

Tata-cara Melakukan Ruqyah

Ruqyah-Syar'i-Graphic.jpg

TATA CARA MELAKUKAN RUQYAH: UNTUK MERUQYAH DIRI ANDA SENDIRI, KELUARGA ANDA DAN RUMAH/ KAMAR ANDA

Ayat-ayat ruqyah ini merupakan ayat-ayat ruqyah yang sangat ampuh dan efektif di dalam mengusir jin dan setan, dan membuatnya tak berdaya. Selain mengeluarkan jin dan setan dari tubuh Anda, bisa digunakan dengan tujuan untuk menyembuhkan beberapa penyakit akibat pengaruh dari setan dan jin, juga dapat digunakan untuk menangkal serangan sihir. Dengan secara rutin membacanya pula maka diri kita akan “bersih” dari setan dan jin; karena baik disadari atau tidak sebenarnya diri kita dengan mudah dapat dimasuki oleh setan dan jin; maka dengan secara rutin mengamalkan ayat-ayat ruqyah ini maka diri kita akan bersih dari setan dan jin. Di bawah ini saya jelaskan cara menggunakannya untuk berbagai tujuan tersebut:

1. Agar ayat-ayat ruqyah itu mempunyai kekuatan yang maksimal di dalam mengusir dan membasmi setan dan jin maka semua ayat dibaca dari  awal (Bagian I)  sampai akhir (Bagian X).

2. Untuk masing-masing ayat sebaiknya diulang 3X (tiga kali) membacanya.

3. Dilakukan setelah shalat wajib, shalat tahajjud, shalat dhuha, dan salat sunnat yang lain (diutamakan setelah shalat wajib) dan dalam keadaan suci.

4. Sebelum melakukannya harus berwudlu terlebih dahulu.

5. Sebaiknya dilakukan dengan istighfar terlebih dahulu sebanyak-banyaknya. Contoh istighfar yang pendek: Astaghfirullahal‘adziim... Astaghfirullahal‘adziim... Astaghfirullahal‘adziim... Setelah itu dimulai membaca ayat-ayat ruqyah.

6. Setelah Anda selesai melakukannya dengan khusu’ dan ikhlas dengan menghadapkan diri sepenuhnya  kepada Allah SWT, maka Anda akan mengalami beberapa kejadian; misalnya, ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam bagian tubuh Anda, yaitu di tangan Anda, atau di kaki Anda, atau di kelopak mata Anda, atau di perut Anda dan Anda ingin muntah-muntah, atau di bagian tubuh Anda yang lain. Itulah jin atau setan di dalam tubuh Anda yang tidak tahan terhadap efek atau khasiat ayat-ayat ruqyah tersebut, di mana jin atau setan tersebut akan keluar dari tubuh Anda. Hal itu Anda rasakan, dan intensitas sesuatu yang bergerak-gerak tersebut bisa sebentar, sedang sampai berlangsung lama di bagian tubuh Anda.

7. Anda jangan takut. Setan atau jin yang bergerak-gerak di bagian tubuh (misalnya di tangan, di kaki, di kelopak mata, di perut atau bagian tubuh yang lain) Anda itu merupakan REAKSI atau PERTANDA yang menggambarkan kalau Anda telah berhasil me-ruqyah diri Anda sendiri. Bila  perlu, diulangi lagi membacanya dari awal (Bagian I) sampai akhir  (Bagian X) sebab meskipun telah selesai membacanya, sesuatu yang bergerak-gerak di bagian tubuh Anda itu kadang berlangsung lama, karena itu perlu diulang. Dan lama-lama akan hilang, yang berarti bahwa jin atau setan itu telah keluar dari tubuh Anda.

8. Sebaiknya Anda melakukan shalat malam (Tahajjud) setelah membaca ayat-ayat ruqyah tersebut dan banyak-banyak berdzikir kepada Allah SWT.

9. Lakukan membaca ayat-ayat ruqyah tersebut secara rutin, insyaAllah, Allah SWT akan menjaga Anda dari segala pengaruh jin dan setan. Dan anda akan sehat, dihindarkan  dari penyakit-penyakit.

10.Penting untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Ayat-ayat ruqyah akan sangat efektif dan mempunyai efek yang berlipat-ganda bagi seseorang yang selalu meningkatkan kedekatannya kepada Allah SWT.

11.Praktekkan terus ayat-ayat ruqyah tersebut untuk meruqyah diri Anda sendiri. Jika Anda sudah terbiasa maka anda bisa meningkatkan penggunaanya untuk meruqyah keluarga dekat Anda. Terus lakukan dengan istiqamah, agar diri dan keluarga Anda senantiasa bersih dari jin dan setan yang memang tugasnya adalah menggoda manusia. Bahkan setelah Anda betul-betul terbiasa, maka Anda bisa meruqyah orang lain yang membutuhkan pertolangan baik untuk melindunginya dari jin dan setan, maupun lebih jauh yaitu menyembuhkan orang yang kerasukan jin.






12.MERUQYAH RUMAH DAN KAMAR ANDA

Jika ingin meruqyah rumah, Anda sebaiknya membaca semua ayat-ayat ruqyah tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, diulang membaca ayat-ayat ruqyah yang khusus untuk meruqyah rumah atau kamar Anda (yaitu bagian BAGIAN X) sebanyak 3X lagi. Penting: Jangan lupa sediakan air putih di atas piring secukupnya dan tempatkan di hadapan Anda selama Anda membaca semua ayat-ayat ruqyah dari awal (BAGIAN I) sampai akhir (BAGIAN X) dan tambahan pembacaan BAGIAN X tersebut. Setelah selesai membacanya Anda tiupkan ke air di atas piring tersebut, langkah selanjutnya percik-percikkan air tersebut ke tempat-tempat di rumah Anda yang menjadi sarang jin atau setan. Sisanya untuk meruqyah sekeliling rumah Anda dan bisa dimanfaatkan untuk meruqyah kamar Anda. Jika kamar Anda yang menjadi sarang jin maka utamakan dulu meruqyah kamar Anda. InsyaAllah rumah Anda yang telah Anda ruqyah akan membuat Anda merasa tenang, nyaman, dan tenteram. Setelah itu, boleh dilakukan ruqyah secara periodik misalnya, satu minggu sekali, dua minggu sekali, atau satu bulan sekali. ***








Baca Selengkapnya ...
Monday, July 2, 2012

Metode Sains Islami


SAINS YANG ISLAMI BERSIFAT HOLISTIC DAN INTEGRAL
(METODE YANG DIGUNAKAN)


Tujuan Sains Islami adalah untuk menghasilkan pemikiran yang holistik dan integral tentang alam semesta, manusia dan Tuhan. Maka Sains Islami menggunakan metode: Rasionalisme, Empirisme, Metode Keilmuan/ Metode Sains (merupakan gabungan antara Rasionalisme dan Empirisme) dan Metode Intuitif (‘irfan). Seorang ilmuwan harus menguasai dan mempraktekkan ke-4 metode tersebut dengan melibatkan rasio (akal), melakukan observasi dan eksperimen, dan melakukan latihan (riyadlah) penyucian jiwa.
  • ILMUWAN MUSLIM - Akal mengkonfirmasi kebenaran realitas alam semesta yang ditangkap hati melalui metode intuitif (pengalaman mistik).
  • ILMUWAN MUSLIM - Mula-mula adalah ketundukan secara total akalnya kepada Sang Pencipta (Tauhid), ilmuwan ateis sebaliknya di mana mengupayakan alasan – tentang kehadiran Tuhan - sesuai akal manusia yang ujungnya mengingkari Tuhan. Al-Biruni, seorang ilmuwan Muslim ternama, master of observation mengatakan: “Penciptaan dunia merupakan manifetasi kekuasaan Sang Pencipta, dan bukan sesuatu yang harus ditolak dengan alasan yang diupayakan.”
  • Penyucian jiwa (melalui latihan atau riyadlah) adalah sangat penting untuk memahami secara holistik dan integral antara alam semesta, manusia dan Tuhan.
  • METODE INTUITIF (‘IRFAN), mampu melintasi jurang yang menganga lebar antara subyek dan obyek.
  • Dalam metode intuitif ini, maka alam yang bersifat metafisik adalah sama nyatanya dengan alam yang bersifat fisik, ini yang melekat pada ilmuwan Muslim dulu.
  • Persoalannya: Bagaimana melakukan metode intuitif (‘irfan) ini? Yaitu dengan melakukan:
          1) Penyucian jiwa (tadzkiyatun-nafs)
          2) Doa-wirid
          3) Dzikr Asmaulhusna
          4) Metode sufistik
  • Hasil dari praktik-praktik latihan di atas: 1). Akal yang tercerahkan (Rasionalisme) berlandaskan pada hati yang suci/ bersih dari segala sesuatu selain Allah, 2). Ketika melakukan observasi dan eksperimen (Empirisme) yang bersifat empiris, seluruh tahap-tahapnya bersih dari segala dosa/ noda, di mana tidak ada realitas yang sebenarnya selain hanya Allah, 3). Penemuan-penemuan dalam Sains Islami, hasil observasinya adalah (hanya) untuk meneguhkan keberadaan Realitas Tunggal itu. Dan penyingkapan rahasia alam semesta melalui penemuan-penemuan sains itu adalah untuk semakin mengenali Sang Pencipta.








Baca Selengkapnya ...
Sunday, July 1, 2012

Siapakah Charles Darwin?


Darwin berkata, "Sekarang saya tak lagi bisa mengatakan kalau kerang yang indah itu ada yang menciptakan, setelah kutemukan fakta yang berlimpah adanya faktor seleksi alamiah di alam semesta ini. Dan seleksi alam telah menjadikan kerang yang indah itu. Dulu saya tersentuh mendengar nyanyian yang indah, atau puisi yang menyentuh kalbu. Tapi bertahun-tahun saya menyelidiki apa yang terjadi di alam ini, mendapatkan data-data yang tak terhitung jumlahnya tentang makhluk hidup di bumi, membuat saya tak lagi tersentuh dengan nyanyian atau puisi. Kepala saya penuh terisi dengan data eksperimen." Darwin membukukan penelitiannya ke dalam sebuah buku, "On The Origin of Species." Sebuah buku yang kemudian dipuji oleh seorang Karl Marx sebagai buku yang kelak akan jadi landasan ilmiah dunia pemikiran dan sains. Karena inspirasi dari buku itu pula Karl Marx menciptakan ideologi materialisme. Bagi Marx, Darwin adalah orang yang hebat yang telah menancapkan benih-benih sains yang yang tiada bandingannya.

Karena itu filsafat materialisme Marx adalah pertentangan kelas, yang jelas mengambil inti sarinya dari pandangan Darwin bahwa dalam kehidupan ini selalu terjadi pertarungan antara yang kuat dan yang lemah sebagai akibat dari adanya proses seleksi alamiah yang tiada berkesudahan. Yang lemah akan kalah, mati, atau tersingkir dari kehidupan. Sebenarnya, itu adalah filsafat yang diambil dari dunia hewan yang liar untuk dapat hidup harus dapat mengalahkan satu sama lain dalam memperebutkan makanan.

Tentu sangat ironis jika realitas dalam dunia hewan yang selalu bertarung untuk bisa survive, diterapkan pada dunia manusia... Darwin telah menciptakan Teori Evolusi yang kokoh, tetapi cacat secara ilmiah, manakala teori evolusi digunakan untuk melacak asal-usul nenek moyang manusia, yang dikatakannya dari Ordo Primata atau tidak jauh-jauh dari keturunan Gibbon, Gorilla, Monyet... Sungguh, akibat dari teori evolusi ini sangat besar, pada satu sisi positif memberi dataran baru ilmu pengetahauan atau sains tapi pada sisi lain menjatuhkan martabat manusia ke wilayah hewan dalam hal - sekali lagi - dalam hal persaingan hidup...

Pemusnahan ras manusia yang rendah oleh ras yang lebih tinggi (superior) menjadi sah karena sudut pandang teori ini, ras kulit putih merupakan ras sempurna karena ia adalah evolusi terakhir dari ras sawo matang, dan sebelumnya ras kulit hitam, sedangkan ras kulit hitam manusia adalah bentuk evolusi yang sempurna dari hewan semacam Gibbon, Gorilla, Monyet, dan seterusnya...

Jika tidak ada pelurusan dari pandangan sains modern yang datarannya terbangun dari pandangan Darwin yang fenomenal itu, maka sains modern tak mempunyai arah, bahkan cenderung mendehumanisasikan manusia, merusak martabat manusia yang sangat mulia sebagai makhluk Allah yang dipercaya sebagai khalifah-Nya di muka bumi.

Pada kesempatan ini, saya sertakan link download buku Charles Darwin, On The Origin of Species. Bagi yang berminat untuk mengkoleksi buku tersebut, silakan klik di sini untuk mendownload-nya. Gratis.










Baca Selengkapnya ...
Sunday, June 10, 2012

Hawa Nafsu Dan Setan


Nafsu manusia dibedakan ke dalam 3 tingkatan, pertama, nafs ammarah merupakan nafs yang paling rendah, hina, suka kepada maksiat yang menyenangkannya, dengan kata lain nafs hewani. Kedua, nafs lawwamah merupakan nafs yang sedikit lebih baik dari nafs ammarah, yaitu nafs yang merasa menyesali dirinya, ingat akan dosa-dosanya, masih berusaha melepaskan diri dari dosa. Dan yang ketiga, nafs muthmainnah yaitu nafs yang sempurna, yang tenang, telah sampai kepada kebahagiaannya.

Pada umumnya, manusia akan mengalami ketiga tingkatan nafs tersebut. Namun tidak semua orang sama dalam menaiki tangga untuk dapat sampai pada nafs yang tertinggi, nafs muthmainnah. Ada orang yang selamanya terjerumus dikuasai nafs ammarah, nafs hewani dan merasa senang dengannya. Ada orang yang senantiasa menyesali dosa-dosa-nya, sementara pada saat yang sama belum mempunyai kekuatan untuk menambah amal ibadahnya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Setan paling dekat dan senang dengan orang yang dalam dirinya masih dikuasai oleh nafs ammarah, nafs hewani. Apa yang nampak indah, yang nampak enak di mata orang dengan nafs hewani sama dengan yang diinginkan oleh setan tanpa disadarinya. Tidak pandang orang dari kalangan manapun, kaya atau tidak kaya, cantik atau tidak cantik, berpangkat atau orang awam... selama yang mengendalikan hidupnya adalah nafs-nya yang ammarah, yang hewani, maka akan mudah termakan bujuk-rayu setan untuk melakukan maksiat. Setan dengan leluasa, dengan enaknya mengelilinginya dan "bergaul" dengan orang-orang ini di setiap waktu. Perbuatan zina, mabuk-mabukan, berjudi, korupsi, dan lain-lain perbuatan semacamnya merupakan pengaruh setan yang kuat mengendalikannya.





Orang yang mendapat hidayah dari Allah SWT akan menyesali semua dosa yang dilakukannya. Nafs lawwamah, dapat muncul sebagai bentuk penyesalan. Namun tanpa kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT niscaya seseorang tak sanggup bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya. Jika Allah menghendaki mungkin suatu saat orang yang di dalam hatinya berkecamuk nafs yang kedua, yaitu nafs lawwamah ini akan bisa naik menapaki tangga yang paling tinggi, yaitu mempunyai nafs muthmainnah, jiwa yang tenang.

Pada orang dengan nafs muthmainnah setan masih menggoda. Tapi karena mendapat perlindungan dari Allah maka setan tak sanggup menggelincirkannya. Ia lalui hidupnya dengan tenang, bahagia. Ia menempatkan Allah di atas segala apa yang ada di dunia ini. Pada orang-orang ini setan bisa putus asa dan meninggalkannya. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah kita, menerangi jalan hidup kita, dan memberikan jiwa yang tenang, nafs muthmainnah kepada kita dan senantiasa memberikan kekuatan di dalam menjalani hidup di dunia yang hanya mampir minum ini. Dan shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan kita, Baginda Rasulullah SAW beserta keluarga, dan para sahabat. Amin.










Baca Selengkapnya ...
Friday, June 8, 2012

Setan Dan Jin Ada Di Mana-mana


Setan dan Jin Ada di Mana-mana: Mengapa seseorang perlu mendeteksi tubuhnya dari kemasukan Jin dan Setan?

Di sekeliling kita hidup makhluk halus berupa setan dan jin. Setan juga selalu mengikuti manusia.Tidak ada manusia yang tidak pernah digoda oleh setan. Sebagian manusia terpedaya oleh setan, sebagian manusia yang lain pernah tergoda oleh setan tetapi kemudian mampu melepaskan diri darinya. Setan ada di mana-mana, ada di luar badan manusia dan di dalam badan manusia. Pada setiap orang setan dapat masuk ke dalam tubuhnya dan “hidup” dalam tubuh manusia dalam waktu yang lama.Setan yang “hidup” di dalam tubuh manusia bisa menimbulkan akibat yang bermacam-macam, di antaranya: menimbulkan rasa was-was/ khawatir, menimbulkan rasa bimbang/ ragu-ragu kepada manusia, membisikkan ilham yang negatif kepada manusia, menghalang-halangi manusia untuk berbuat baik, dan bisa menimbulkan penyakit fisik kepada manusia, seperti pusing, panas badan, dan lain-lain.





Demikian juga dengan jin. Jin selalu berusaha mengganggu manusia, merusak ketenangan  hidup manusia, dan bisa berbuat sesuatu yang sangat merugikan manusia baik secara fisik maupun psikis. Jin juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan menimbulkan gangguan kepada manusia. Meski ada jin yang baik, tetapi pada umumnya jin adalah makhluk halus sebagaimana setan, yang berusaha mengganggu manusia dan dengan mudah masuk ke dalam tubuh manusia kapan saja. Beberapa manusia sangat takut kepada jin yang melakukan penyamaran-penyamaran menjadi beberapa makhluk yang asing, atau meniru seperti binatang-binatang tertentu atau penyamaran seperti manusia.

Kebanyakan setan dan jin masuk ke dalam tubuh manusia secara halus. Manusia tidak tahu kapan setan dan jin masuk ke dalam dirinya, dan tanpa disadari olehnya. Boleh jadi seseorang tidak pernah tahu kalau di dalam badannya telah bersemayam jin atau setan dalam waktu yang lama. Padahal sebagaimana disebutkan di atas, jin atau setan itu dapat mempengaruhi manusia dan menimbulkan akibat-akibat yang merugikan manusia.

Karena itu seseorang perlu melakukan deteksi untuk mengetahui kemungkinan adanya jin dan setan di dalam badannya. Dengan melakukan metode Ruqyah Syar'i: Pengobatan Mandiri secara Islami ini jika memang terdapat jin atau setan di dalam badan anda, maka secara otomatis akan dikeluarkan dari badan anda. Untuk melakukan Terapi Mandiri Anda harus membaca Tata Cara Melakukan Ruqyah.










Baca Selengkapnya ...
Thursday, May 10, 2012

Anda Menyembuhkan Diri Sendiri

Ruqyah-Syar'i-Image.jpg

Anda bisa menyembuhkan diri Anda sendiri. Pertama-tama Anda simak Tata Cara Melakukan Ruqyah. Baca berulang-ulang supaya mengerti dengan baik. Saya mengingatkan bahwa kita mesti mempunyai keinginan yang kuat untuk menyembuhkan diri sendiri, sambil berharap mendapatkan kekuatan langsung dari Allah SWT. Karena itu sebelum semua proses meruqyah diri sendiri kita lakukan kita harus membersihkan diri kita baik secara lahiriah maupun batiniah, dan secara ikhlas menyerahkan diri kita kepada Allah SWT. Setiap manusia mempunyai penghalang berupa setan dan jin yang selalu mengelilinginya. setiap manusia yang akan melakukan kebajikan akan senantiasa dilemahkan semangatnya oleh setan.





Melakukan proses ruqyah ini adalah salah-satu kebajikan mendekat kepada Allah SWT, memohon perlindungan dan pertolongan dari semua setan yang ada di dalam badan kita maupun yang ada di sekeliling kita. Energi positif yang keluar dan dipancarkan oleh Ayat-ayat Ruqyah yang kita baca, akan mampu mengeluarkan energi negatif (dari setan dan jin) dari dalam badan dan jiwa kita. Dan setan dan jin akan menjauh, lari dan tidak berani mendekat kepada kita. Efek positif selanjutnya yang bisa kita rasakan adalah mempunyai jiwa yang tenang, hilang segala kegelisahan, hilang segala ketakutan...

Saya berharap siapa saja yang mengamalkan Ayat-ayat Ruqyah ini dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. Sungguh, dengan mengamalkan Ayat-ayat Ruqyah ini secara ikhlas dengan memasrahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah SWT akan dapat merubah hidup Anda kepada ketenangan dan kebahagiaan bagi diri sendiri, anak-anak, suami/ istri yang menjadi harapan dan cita-cita Anda di dalam hidup di dunia yang fana ini.  Semoga upaya saya ini bernilai ibadah di sini Allah SWT. Puji syukur hanya kepada Allah SWT yang telah memberikan setitik ilmu dan kesempatan sehingga bisa menyusun blog ini.











Baca Selengkapnya ...